Monday, 17 August 2015

Tinggalkan Dosa Besar

Monday, 17 August 2015

Dosa Besar

Dosa besar jumlahnya Berbeza-beza menurut pendapat para ulama. Ada yang menyatakan 4 dan 7 menurut Hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Ada pula yang membagi 2, iaitu yang dihukum di dunia dan diancam azab di akhirat.
Berikut ini adalah dosa-dosa besar menurut kitab Al Kabair karya Syamsudin Adz Dzahabi yang semuanya berjumlah 75 dosa besar. Dosa-dosa besar yang dimaksud adalah :


1. Menyekutukan Allah (Syirik)
2. Membunuh orang dengan sengaja
3. Sihir
4. Meninggalkan sholat Fardlu
5. Enggan membayar zakat
6. Tidak puasa Ramadhan tanpa alasan
7. Enggan menunaikan haji
8. Durhaka kepada kedua orang tua
9. Menjauhi kerabat ( Memutus hubungan silaturahmi )
10. Zina
11. Homoseksual
12. Riba
13. Memakan harta anak yatim dengan cara zalim
14. Dusta
15. Melarikan diri dari peperangan
16. Pemimpin yang menipu rakyat
17. Berlaku sombong
18. Kesaksian palsu
19. Minum minuman keras
20. Judi
21. Menuduh zinah kepada perempuan baik
22. Khianat dalam harta rampasan perang
23. Mencuri
24. Merampok
25. Sumpah palsu
26. Berbuat zolim
27. Membantu berbuat zolim
28. Memperoleh kekayaan dengan cara haram
29. Bunuh diri
30. Suka berbuat dusta
31. Hakim yang durhaka
32. Menyuap dalam masalah hukum
33. Perempuan menyerupai laki-laki dan sebaliknya
34. Mengasuh keluarga dalam dosa
35. Kawin dengan dasar cinta buta
36. Sisa kencing yang tidak dibersihkan
37. Riya ( Pamer)
38. Menyembunyikan ilmu
39. Khianat
40. Mengungkit-ungkit pemberian
41. Mengingkari takdir
42. Menyelidiki rahasia orang (Tajassus)
43. Mengadu domba ( Namimah)
44. Mengutuk orang muslim
45. Mengingkari janji
46. Percaya kepada dukun dan tukang ramal
47. Nusyuz seorang perempuan terhadap suami
48. Menggambar patung dan makhluk hidup lainnya
49. Meratapi orang mati ( Niyahah)
50. Berperangai jelek
51. Zalim terhadap orang yang lemah
52. Menyakiti hati tetanga
53. Menyakiti dan mencaci maki orang Islam
54. Durhaka terhadap hamba Allah
55. Mengagumi diri dan sombong dengan berpakaian yang berlebih-lebihan
56. Menyembelih binatang untuk sesajen
57. Hamba sahaya melarikan diri dari tuannya
58. Memalsukan keturunan
59. Menentang kebenaran
60. Enggan memberikan kelebihan air
61. Mengurangi Timbangan dan Takaran
62. Berbuat dosa tetapi merasa aman dari kemurkaan Allah
63. Meninggalkan jamaah sholat Jum’at
64. Curang dalam berwasiat
65. Tipu daya
66. Mencaci orang Islam dan membeberkan rahasianya
67. Makan dan minum pada bejana emas dan perak
68. Mencela sahabat Nabi Muhammad SAW
69. Buang air besar ditempat berteduh
70. Kencing di tempat air untuk mandi
71. Nifak : sifat yang berbeda antara lahir dan bathin
72. Lupa kepada Allah
73. Kikir
74. Memakan 4 makanan yang diharamkan: bangkai, Daging babi, darah dan daging binatang yang disembelih selain nama Allah
75. Kufur kepada Allah


Setelah kita mengetahui 75 macam dosa besar tersebut dan kita mungkin termasuk diantaranya, ada baiknya kita segera bertaubat untuk menghindari murka dan azab Allah SWT karana Allah berjanji akan segera menghapuskan dosa-dosa kita bila kita segera menyedari kesalahan dan bertaubat serta berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. ( oleh : Rozie dalam lubuk hatiku’s.wordpress.com)


0 comments

Monday, 10 August 2015

Keutamaan Meninggalkan Debat

Monday, 10 August 2015
Sumber: Mutiara Zuhud
Peringatan untuk diri sendiri yang selalu lupa:
Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata: “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”.
Imam Syafi’i berkata : “Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”
Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”
Oleh karenanya Imam Syafi’i menasehatkan  “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”
Iman Syafi’i juga menasehatkan,  “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”
“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”

Nasehat Imam Syafi’i yang lainnya  “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda: “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yg suka bertengkar. (QS Az-Zuhruf [43]: 58 )” (HR. At-Tirmidzi no. 3253, Ibnu Majah dan Ahmad)
Imam Malik rahimahullah, berkata:  “Berjidal adalah menghilangkan cahaya ilmu dan mengeraskan hati, serta menyebabkan permusuhan.” (Ibnu Rajab, Fadhlu Ilmi salaf ‘alal Khalaf: 35)
Kesimpulannya perdebatan yang harus dihindari adalah perdebatan dengan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu.
Firman Allah ta’ala yang artinya
“..Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”.(QS Shaad [38]:26)
“Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS An’Aam [6]:56)
Ciri-ciri orang yang berdebat dengan memperturutkan hawa nafsu adalah
1.  Suka mencerca dengan kata-kata jelek atau mencela
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran”. (HR Muslim).
Orang yang fasik adalah orang yang secara sadar melanggar larangan atau hukum agama, sebagaimana yang disampaikan dalam firman Allah ta’ala yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al Baqarah [2]:27)
Bagi orang-orang yang fasik, tempat mereka adalah neraka jahannam
Firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan adapun orang-orang yang fasik maka tempat mereka adalah jahannam” (QS Sajdah [32]:20).

0 comments

Thursday, 6 August 2015

Pesanan Buat Para Boss

Thursday, 6 August 2015

Hari tu anak aku merengek nak main kat luar. Aku tak nak bagi dia main kat luar sebab cuaca nampak tak berapa baik. Jadinya nak pujuk anak aku, aku bawalah dia ke kedai nak belikan mainan. Sampai kat kedai dah beli mainan anak aku tu, aku belilah sekali mainan untuk abangnya pulak yang berumur 7 tahun. Yang kelakarnya, harga mainan untuk abangnya lagi mahal dari adiknya. Asalnya nak beli mainan adik, tapi abang yang dapat mainan lagi mahal. Itulah yang dinamakan menumpang tuah.

Sebab itulah aku nak ingatkan diri aku dan semua para-para boss. Tak kiralah anda raja ke, perdana menteri ke, ketua jabatan ke, pengurus syarikat ke, ketua kampung ke, imam ke, mandur ke, ayah ke, emak ke, suami ke… jangan sesekali memandang hina kepada orang yang lebih rendah dari kita. Entah-entah rezeki kita yang melimpah ruah tu, sekadar menumpang tuah orang-orang di bawah kita. Entah-entah Allah nak bagi rezeki pada mereka, tapi kita pulak yang dapat lebih….


0 comments

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails