Friday, 12 June 2015

Hakikat Amalan

Friday, 12 June 2015

Pernah tak lidah terasa lidas kerana terlalu banyak makan nenas muda. Kalau lidah dah lidas, makan apa pun dah tak terasa nikmatnya. Makan ayam goreng dah tak rasa ayam. Makan sup tulang pun dah tak rasa sup lagi…

Seronok ke makan kalau tak dapat merasa? Mestilah tak best….. Samalah juga… seronok ke beramal kalau tak rasa nikmatnya? Mestilah tak seronok.

Beramal dengan hati tak dapat merasa, samalah macam makan dengan lidah yang tengah lidas…

Jadinya, kenapa hati boleh hilang deria rasanya… maka ketahuilah olehmu, adalah nafsumu itu kepada hati, adalah seumpama nenas muda kepada lidah…

Ada satu kisah pengalaman seorang wali bernama Yazid Bustami:

Suatu hari seorang kawannya datang pada Yazid Bustami untuk mengadu, "Saya telah berpuasa setiap hari dan melakukan solat setiap malam selama 30 tahun tetapi tidak juga memperoleh keringanan batin seperti yang engkau ceritakan.

" Yazid Bustami pun memotong kata kawannya itu, "Kalaupun engkau melakukan solat dan berpuasa selama 300 tahun, engkau pasti tidak dapat menemukannya. "

"Kenapa?" Tanya kawannya.

Jawap Yazid, "Sifatmu yang mementingkan diri dan serakah menjadi penghalang dan hijab antara engkau dengan Allah.

" Lantas kawannya bertanya, "Katakanlah padaku, apakah penawarnya?"

"Ada penawarnya," kata Yazid, "Tetapi engkau tidak akan sanggup melakukannya. " Setelah dipaksa oleh kawannya Yazid pun berkata: "Pergilah kepada tukang gunting rambut yang terdekat dan guntinglah janggutmu. Bukalah bajumu kecuali ikat pinggang yang melingkari pinggangmu. Ambillah karung yang biasa di isi makanan kuda, isilah buah kenari dan gantungkanlah karung itu dilehermu. Kemudian pergilah ke pasar sambil menangis, teriakkanlah seperti ini, "Setiap anak-anak yang memukul batang leherku akan mendapat sebiji kenari." Selanjutnya pergilah ke pengadilan, hakim dan ahli hukum, katakanlah kepada mereka, "Selamatkanlah jiwaku.

" Berkata kawannya itu, "Sungguh aku tidak sanggup berbuat begitu, berilah cara penawar yang lain.

" Yazid berkata, "Yang aku ceritakan tadi adalah penawar pendahuluan yang sangat perlu dilakukan untuk mengubati penyakitmu. Tapi sebagaimana yang aku katakana tadi, engkau tidak dapat disembuhkan lagi.

" Yazid Bustami seorang wali Allah yang mukasyafah dapat membaca hati (rahsia batin). Kawannya yang berjuang untuk nama, pangkat dan sanjungan manusia. Sebab itu beliau perintahkan sahabat itu bermujahadah dengan nafsunya itu dengan cara menghina diri dipasar dan mengaku jahat dihadapan hakim. Perintah itu memang berat, tetapi bagi Yazid, tidak ada jalan lain lagi. Itulah cara mujahadatunnafsi yang mesti dilakukan. Begitulah pentingnya mujahadatunnafsi untuk siapa saja yang ingin meningkatkan kerohaniannya. Selagi nafsu tidak dapat dikalahkan, selama itulah roh tidak akan suci dan bersih. Kalau roh tidak bersih, Allah tidak akan memasukkan taufik dan hidayah ke dalam hati. Sebab benda yang paling berharga akan Allah letakkan di tempat yang mulia.

Read more: http://cahayamukmin.blogspot.com/2010/11/cara-cara-mendapatkan-amalan-hati.html#ixzz3cobiqySm


0 comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails