Friday, 30 August 2013

Kesan Air Kencing Kepada Jin

Friday, 30 August 2013

Bismillahirrahmanirrahim,

Tadi aku ada kongsi kaedah rawatan LGBT dengan teknik kencing di atas kapak. Secara tekniknya, bagaimana ia berfungsi? Aku rasa petunjuknya ada pada hadis Nabi Sallallahu'alaihi wa salam seperti berikut:

Hadits Qotadah dari Abdullah bin Sirjis, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam melarang kencing di lubang. Dikatakan kepada Qotadah: “Ada apa dengan lubang?” Beliau menjawab: “Dikatakan, bahwa lubang adalah tempat tinggal bagi jin. ” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

Larangan Rasulullah ini jelas sekali bahwa air kencing dapat mengganggu tempat tinggal jin yang jelas akan juga mengganggu jin tersebut padahal tempat tinggal dan jin itu sendiri ghoib sifatnya.

Boleh baca pengalaman peruqyah Indonesia seperti di bawah:

Sumber: FENOMENA TERLUKANYA DAN MARAHNYA JIN KARENA AIR KENCING MANUSIA

Kasus yang terjadi :

  • Saya dapat SMS bahwa ada seorang yang konsultasi bahwa adikknya dirasuki jin yang marah sebab adiknya telah kencing dihutan disuatu lubang yang ternyata mengenai mata jin hingga matanya buta karena air kencing adiknya tersebut, karena telah membuat mata jin buta maka saudara-saudara jin tersebut menuntut balas dengan merasuki adiknya hingga hampir sebulan menjadi linglung dan meracau menuntut balas (melalui lisan adiknya yang kerasukan)

 

  • Kasus yang terjadi pada ayah saya sendiri yang mendapatkan gangguan serangan jin (diserang ratusan jin memakai pedang dalam mimpi) dan teror langsung pada mobil ayah saya (pembantu ayah saya mendapatkan penampakan tuyul yang bergelantungan di mobil) , mobil selalu bermasalah setelah mendapatkan batu mustika (dari hasil berburu rusa yang batu tersebut berada dalam tubuh rusa yang mati didekat hati rusa) yang oleh ayah saya yang tidak percaya dengan batu mustika tersebut lalu menghinakannya dengan mengencinginya 

 

  • Kasus hilangnya kesaktian / kekebalan seseorang yang dilempar dengan air kencing (saya pernah mendengar kisah ini)

 Walaupun jin berwujud ghoib tetaplah dapat tersakiti oleh benda-benda alam manusia, banyak juga fenomena jin marah karena ada seseorang melempar batu sembarangan hingga mengenai jin, orang jatuh dipohon lalu tanpa sengaja mengenai jin, buang air panas di kamar mandi yang menyakiti jin, termasuk juga kencing sembarangan hingga menyakiti jin.

Wah...... Ternyata jin itu memang dapat disakiti secara fisik walaupun mereka berwujud ghoib, sebagaimana udara yang jika kita kebaskan dengan tangan kita merasakan udara tersebut membelah begitu juga jism jin walau halus sehalus gas tetap juga bisa dipengaruhi benda dimensi manusia termasuk disakiti dengan air kencing manusia hehehe begitu ringkihnya tubuh jin.

Wallahua'lam.............

 


0 comments

Rawatan Lesbian, Gay, Bisexsual & Transexual

Bismillahirrahmanirrahim,
Di dalam perkara-perkara batil sebegini, mustahil tiada penglibatan syaitan laknatullah di dalamnya. Dari segi perubatah kerohanian, ada satu kaedah untuk mengusir syaitan yang menghasut kepada tabiat-tabiat yang sebegini. Kaedahnya sepertimana yang berikut:
  1. Ambil sebilah kapak bermata dua.
  2. Bakar mata kapak sehingga kemerah-merahan.
  3. Keluarkan kapak dari api.
  4. Kencing ke atas mata kapak.
Adalah asap dari mata kapak yang kena pada kemaluan pesakit mempunyai kesan untuk menyakitkan syaitan yang terlibat. Namun perlulah memahami apa yang dilakukan adalah kaedah sahaja, sedangkan kesembuhan adalah milik mutlak Allah.
Di samping itu, perlulah juga melakukan rawatan standard secara istiqamah, iaitu:
  1. Minum air ruqyah
  2. Mandi air ruqyah
  3. Mengamalkan zikir-zikir benteng diri. Paling kurang Al-Fatihah, Ayatul Kursi dan Al-Mu'awwizatain (3 Qul) setiap pagi, petang dan sebelum tidur.
Rujukan:



0 comments

Merendah Diri, Baik Akhlak & Tenang

Peringatan buat diriku yang selalu lupa:

Dari 'lyadh bin Himar r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadaku, hendaklah engkau semua itu bersikap tawadhu', sehingga tidak ada seseorang yang membanggakan dirinya di atas orang lain - yakni bahwa dirinya lebih mulia dari orang lain - dan tidak pula seseorang itu menganiaya kepada orang lain - karena orang yang dianiaya dianggapnya lebih hina dari dirinya sendiri." (Riwayat Muslim)

Allah Ta'ala juga berfirman:
"Janganlah engkau semua melagak-lagakkan dirimu sebagai orang suci. Allah adalah lebih mengetahui kepada siapa yang sebenarnya bertaqwa." (an-Najm: 32)

627. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya:
"Saya mendengar Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya seorang mu'min itu niscayalah dapat mencapai derajatnya seorang yang berpuasa - pada siang harinya - dan berdiri bersembahyang - pada malam harinya - dengan sebab kebaikan budipekertinya itu." (Riwayat Abu Dawud)

Allah Ta'ala berfirman:
"Dan orang-orang yang menahan marahnya serta memaafkan kepada orang banyak dan Allah itu mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (ali-lmran: 134)

630. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda kepada Asyaj Abdul Qais:
"Sesungguhnya dalam dirimu itu ada dua macam perkara yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan perlahan-lahan - dalam tindakan." (Riwayat Muslim)

633. Dari Aisyah radhiallahu 'anha pula bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya sikap lemah-lembut itu tidak menetap dalam sesuatu perkara, melainkan ia makin memperindah hiasan baginya dan tidak dicabut dari sesuatu perkara, melainkan membuat cela padanya." (Riwayat Muslim)



0 comments

Wednesday, 28 August 2013

Bagaimana Nak Jadi Wali Allah?

Wednesday, 28 August 2013

Dari Riyadussolihin jilid 1:

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman - dalam Hadis Qudsi: "Barangsiapa yang memusuhi kekasihKu, maka Aku memberitahukan padanya bahawa ia akan Kuperangi - Kumusuhi. Tidaklah seseorang hambaKu itu mendekat padaKu dengan sesuatu yang amat Kucintai lebih daripada apabila ia melakukan apa-apa yang telah Kuwajibkan padanya. Tidaklah seseorang hambaKu itu mendekat padaKu dengan melakukan hal-hal yang sunnah, sehingga akhirnya Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Akulah telinganya yang ia pakai untuk mendengarkan, Akulah matanya yang ia pakai untuk melihat, Akulah tangannya yang ia pakai untuk mengambil dan Aku pulalah kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Jikalau ia meminta sesuatu padaKu, pasti Kuberi dan jikalau ia mohon perlindungan padaKu, pasti Kulindungi." (Riwayat Imam Bukhari)

Makna lafaz Aadzantuhu ertinya: "Aku (Tuhan) memberitahukan kepadanya (yakni orang yang mengganggu kekasihKu itu) bahawa aku memerangi atau memusuhi ya, sedang lafaz Ista'aadzanii, ertinya "Ia memohonkan perlindungan padaKu." Ada yang meriwayatkan dengan ba', lalu berbunyi Ista-aadza bii dan ada yang meriwayatkan dengan nun, lalu berbunyi Ista-aadzanii.

Keterangan:
Hadis sebagaimana di atas itu sudah tercantum dalam no. 85 dengan huraian sekadarnya. Namanya Hadis Qudsi yakni yang menyatakan firman-firman Allah selain yang tercantum dalam al Quran. Dalam Hadis ini dijelaskan betapa tingginya darjat seseorang itu apabila telah diakui sebagai kekasih oleh Allah Ta'ala atau yang lazim disebut waliullah. Banyak orang yang salah pengertian perihal siapa yang dapat disebut waliullah itu. Sebagian ada yang mengatakan bahawa waliullah ialah semacam dukun yang dapat menyembuhkan beberapa orang sakit atau yang dapat meneka nasib seseorang dikemudian harinya, atau orang yang tidak mudah ditemui kerana selalu menghilang-hilang saja dan siapa yang ditemui olehnya adalah orang yang bahagia, dan bahkan ada yang mengatakan bahwa waliullah itu tidak perlu bersembahyang dan berpuasa sebab sudah menjadi kekasih Allah. Persangkaan bagaimana di atas itu tidak benar, sebab memang tidak sedemikian itu sifatnya waliullah.

Maka yang lebih dulu perlu kita ketahui ialah: Siapakah yang sebenarnya dapat disebut waliullah atau kekasih Allah itu?

Jawabnya: Dalam al-Quran, Allah berfirman:

"Tidak ada yang dianggap sebagai kekasih Allah, melainkan orang-orang yang bertaqwa kepadaNya."

Alangkah ringkasnya pengertian waliullah itu, tetapi benar-benar dapat menyeluruhi semua keadaan. Kalau ada pengertian waliullah selain yang difirmankan oleh Allah sendiri itu, jelaslah bahawa itu hanyalah penafsiran manusia sendiri dan tidak berdasarkan kepada agama sama sekali. Waliullah yang berupa orang-orang yang bertaqwa kepada Allah itulah yang dijamin oleh Allah akan mendapatkan perlindungan dan penjagaanNya selalu dan siapa saja yang hendak memusuhinya, pasti akan ditumpas oleh Allah, sebab Allah sendiri menyatakan permusuhan terhadap orang tadi.

Sekarang bagaimanakah taraf pertamanya agar supaya kita dikasihi oleh Allah? Jawabnya: Mendekatkan (bertaqarrublah) kepada Allah dengan penuh melakukan segala yang difardhukan (diwajibkan). Inilah cara taqarrub yang sebaik-baiknya dalam taraf permulaan.

Kemudian sempurnakanlah taqarrub kepada Allah Ta'ala itu dengan jalan melakukan hal-hal yang sunnah-sunnah. Kalu ini telah dilaksanakan, pastilah Allah akan menyatakan kecintaanNya. Selanjutnya, apabila seseorang itu telah benar-benar bertaqarrub kepada Allah dan Allah sudah mencintainya, maka baik pendengarannya, penglihatannya, tindakan tangan dan kakinya semuanya selalu mendapatkan petunjuk dari Allah, selalu diberi bimbingan dan hidayat serta pertolongan oleh Allah. Bahkan Allah menjanjikan kalau orang itu meminta apa saja, pasti dikabulkanNya, mohon perlindungan dari apa saja, pasti dilindungiNya. Dengan demikian, maka seringkali timbullah beberapa macam karamah dengan izin Allah. Karamah ialah sesuatu yang tampak luar biasa di mata umum yang dapat dilakukan oleh seseorang waliullah itu, semata-mata sebagai suatu kemuliaan atau penghargaan yang dikurniakan oleh Allah kepadanya.

Tetapi ingatlah bahawa tidak seorang waliullah pun yang dapat mengetahui bahawa dirinya itu menjadi waliullah. Kalau seseorang sudah mengatakan sendiri bahawa dirinya itu waliullah, jelaslah bahwa ia telah tertipu oleh anggapan atau persangkaannya sendiri dan sudah pasti ia telah tertipu oleh ajakan syaitan yang menyesatkan. Selain itu, bagaimana juga hal-ehwal dan keadaan seseorang waliullah itu, pasti ia tidak dapat mengetahui hal-hal yang ghaib, misalnya mengetahui apa yang tersimpan dalam hati orang lain, mengetahui nasib orang di kemudian harinya, kaya miskinnya dan lain-lain lagi. Dalam al-Quran, Allah berfirman: "Allah yang Maha Mengetahui perkara ghaib, maka tidak diberitahukanlah keghaiban itu kepada siapapun jua, selain kepada Rasul yang dipilih olehNya."


0 comments

Tuesday, 27 August 2013

Pressure Cooker di dalam Al-Quran

Tuesday, 27 August 2013
Bismillahirrahmanirrahim,

Lebih kurang  334 tahun dahulu, manusia mula membuat pressure cooker.

Lebih kurang 1400 tahun dahulu, Allah telah memberitahu melalui Rasulnya, neraka itu adalah pressure cooker.


0 comments

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails