Monday, 27 May 2013

Apa itu azimat?

Monday, 27 May 2013

Bismillahirrahmanirrahim.

Apa itu azimat, tangkal mahupun wafak? Ada satu tulisan di sebuah blog rawatan di Indonesia yang memberikan satu definasi, yang pada saya sangat tepat. Katanya: azimat adalah benda yang kita perlakukan lebih dari fungsi dasarnya. Bacalah artikel ini seluruhnya seperti di bawah:

Sumber: http://konsultasiruqyah.wordpress.com

CARA PRAKTIS MENETRALISIR JIMAT ATAU PUSAKA

Salah satu sumber gangguan jin adalah jimat, rajah, pusaka dan benda-benda sejenis itu. Berdasarkan pengalaman ruqyah selama ini, adanya gangguan jin yang bersumber dari benda-benda tersebut sangat sering ditemui oleh peruqyah. Jika benda-benda tersebut adalah sumber gangguan jin nya maka akan sangat berpengaruh terhadap proses ruqyah. Kadang pasien sering kambuh, kadang ruqyah berulang-ulang tapi gangguan tidak kunjung membaik, dan lain-lain. Oleh karena itu dalam proses ruqyah memusnahkan jimat adalah keharusan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Bagaimana jika keluarga menentang dan tidak bersedia menghancurkan benda tersebut? Adakah cara memusnahkan kekuatan jin tersebut tanpa harus memusnahkan jimat/atau pusakanya? Jawabnya ADA.

Apakah jimat itu ?

Mohon maaf, saya membuat definisi sedikit berbeda ttg jimat ini, untuk memudahkan membedakan apakah benda yang kita miliki benda biasa ataukah jimat.

Status jimat ada di dua sisi :

Proses pembuatannya. Benda yang dipakai sebagai jimat sering kali dibuat dengan proses ritual tertentu atau diperoleh dengan cara dan ritual tertentu. Maka jika kita memiliki benda sejenis ini, maka benda tersebut adalah jimat meski pembuatnya bukan lah kita.

Hati si pemegang benda tersebut. Maksudnya? Jimat adalah benda yang kita anggap, yakni, kita perlakukan melebihi dari fungsi dasarnya. Saya lebih suka menggunakan definisi ini, untuk memudahkan membedakan benda biasa ataukah jimat. Definisi ini penting karena sesungguhnya memegang, memiliki dan meyakini jimat adalah termasuk kesyirikan. Maka kejelasan kondisi batin kita terhadap benda tersebut sangat diperlukan dan memastikan apakah kita sedang memegang benda biasa ataukah jimat.

Contoh : Pisau, fungsi dasar pisau adalah untuk memotong, mengiris, atau membela diri jika diperlukan dengan pertarungan fisik. Jika batin kita menganggap bahwa pisau tidak lebih dari ini, tidak ada perlakuan khusus,  maka pisau tersebut adalah benda biasa. Tapi jika pisau tersebut kita yakini membawa keselamatan, ketenangan batin, diperlakukan lebih dengan dimandikan air kembang misalnya, maka pisau tersebut adalah jimat meski pisau tersebut tidak ada jin nya. Jadi, jimat bukan semata-mata ada jin-nya atau tidak, tapi jimat adalah yang kita perlakukan dan kita yakini lebih dari fungsi asalnya.

Contoh lain.

Kaligrafi. Fungsi dasar kaligrafi adalah hiasan saja. Jika kita menganggap kaligrafi tidak lebih dari hiasan maka statusnya adalah hiasan. Tapi jika kita meyakini kaligrafi dapat memberikan keselamatan, ketenangan, maka kaligrafi yang kita pasang didinding tersebut adalah jimat. Maka kejujuran batin kita lah yang bisa membedakan apakah benda tersebut jimat atau bukan.

Dua definisi diatas saling melengkapi. Jimat perlu dimusnahkan karena 2 definisi diatas. Alasan perlu dimusnahkannya jimat adalah :

Berdasarkan definisi kedua diatas, Jimat adalah sumber kesyirikan yang menyebabkan musnahnya iman dan amal kita. Selama kita meyakini, menganggap atau memperlakukan benda melebihi fungsi aslinya maka kita perlu segera mawas diri dan berfikir agar tidak terjerumus pada kesyirikan yang nyata.

Berdasarkan definisi pertama, jimat adalah tempat kekuatan, tempat ‘tinggal’ jin. Oleh karena itu selama benda tersebut tidak dimusnahkan maka jin tersebut akan tetap berada di dalam jimat tersebut.

Jadi ada 2 alasan penting mengapa jimat perlu dihancurkan yaitu menyelamatkan aqidah kita dan memusnahkan kekuatan jin yang sedang mengganggu kita dan keluarga kita.

Selain alasan tersebut, sebagian besar pasien yang pernah menggunakan jimat, sikep (bhs jawa), atau pusaka dirumahnya merasakan hal-hal berikut ini :

Suasana rumah ‘panas’

Sering terjadi perselisihan

Keluarga tidak harmonis

Anak-anak atau penghuni  rumah sakit-sakitan

Mudah marah dan keras terhadap orang tua

Malas beribadah

Tidak betah dirumah

Sering muncul penampakan jin

Gangguan jin dapat terjadi meski orang tersebut sudah tidak tinggal serumah lagi dengan benda jimat / pusaka tersebut.

Bagaimana cara memusnahkan jimat ?

Cara terideal adalah dengan membakarnya atau memusnahkannya. Sebelum membakar bacalah doa perlindungan seperti al ikhalas, al falaq, annas dg tartil setelah itu bakarlah jimat/pusaka tersebut hingga tidak berbentuk atau hancur. Lalu buanglah,atau dikubur juga boleh.

Kadang kendala menghancurkan jimat adalah ketidakpahaman keluarga atau orang tua kita. Terutama jika benda tersebut adalah warisan dari leluhur dan orang tua kita ingin menjaganya. Jika hal ini terjadi, ada 2 sisi yang harus diperhatikan :

Pemahaman keluarga. Ini adalah problem terbesar, keluarga harus dipahamkan meski pelan2, karena tujuan menghancurkan jimat bukan semata-mata untuk melemahkan kekuatan jin tetapi untuk menyelamatkan orang-orang yang kita cintai dari jurang kesyirikan. Niat kita adalah mengajak pada keselamatan dunia akhirat.

Proses ruqyah. Dalam kondisi darurat (gangguan jin telah nyata-nyata terjadi dan telah nyata sumber gangguan jin pada si sakit adalah jimat/pusakatersebut) maka jimat tersebut memang harus dimusnahkan, tetapi bagaimana jika keluarga menentang dan tidak bersedia menghancurkan benda tersebut? Adakah cara memusnahkan kekuatan jin tersebut tanpa harus memusnahkan jimat/pusakanya?

Ada. Tapi cara ini adalah langkah di satu sisi saja yakni menghilangkan kekuatan jinnya. Tapi pembentengan keluarga dengan pemahaman yang benar secara bertahap tetap harus dilakukan agar tidak ada jimat dan pusaka lagi di rumah kita dikemudian hari.

Cara menghancurkan kekuatan jin dalam jimat/ atau pusaka tanpa harus memusnahkan jimat/pusaka tersebut :

Ambilah air, lalu bacakan ayat2 al qur’an, setidaknya : Ayat Qursy, Al Ikhlas, AL Falaq, Annas, bisa ditambahkan al Zalzalah. Baca tartil berulang-ulang, dan dekatkan bibir pada air selama membaca.

Rebuslah air tersebut hingga mendidih. Lalu angkat dari kompor jika telah mendidih beberapa saat.

Sesaat setelah diangkat dari kompor, segera Masukan jimat tersebut kedalam air mendidih tersebut, hingga terendam seluruhnya. Setelah dingin ambil dan keringkan jimat tersebut. insyaAlloh kekuatan jin dalam jimat atau pusaka tersebut telah hilang. Jika tidak memungkinkan untuk direndam, cukup siramkan saja tapi  airnya mengenai seluruh permukaan jimat/pusaka tersebut. insyaAlloh sudah mencukupi untuk memusnahkan kekuatan jin nya. Setelah itu mudah-mudah ruqyah yang dilakukan akan lebih mudah.

Mengapa jimat atau pusaka tersebut tidak dikembalikan atau diberikan kepada orang lain saja?

Tujuan kita adalah menyelamatkan aqidah kita dari kesyirikan, jika kita memberikan jimat atu pusaka tersebut pada orang lain maka kita telah menyebabkan orang lain terjerumus dalam kesyirikan. Dengan memusnahkan jimat tersebut, semoga Alloh menyelamatkan aqidah kita, memberikan keberkahan kepada kita dan keluarga kita. Amin.


0 comments

Friday, 24 May 2013

Ilmu Faham Amal Rasa

Friday, 24 May 2013

Bismillahirrahmanirrahim.

Ilmu, faham, amal dan rasa. Begitulah pesan guru ana.

Tiadalah kejayaan melainkan dengan iman.
Dan tiadalah iman itu melainkan ia adalah rasa.
Tiadalah rasa, melainkan setelah beramal.
Dan tiadalah mampu beramal, melainkan setelah faham kenapa dan bagaimana.
Dan tiadalah semua ini mungkin, melainkan setelah tibanya ilmu.

Maka hidupkanlah majlis taklim di rumah dan masjidmu.
Bacalah Quran dengan taddabur.
Hadirilah majlis ilmu.
Dan menuntutlah dari gurumu.
Kerana inilah titik mula kejayaan bagimu.

Pesanan bagiku yang selalu lupa.


0 comments

Thursday, 23 May 2013

Kaedah: Boleh atau tidak?

Thursday, 23 May 2013
Islam itu mudah tetapi bukan remeh. tidak menyulitkan manusia dengan syariat yang diikatnya. tetapi manusia menyusahkan diri dengan membelengu diri pada fahaman yang tidak berasas tanpa memahami konsep dan asas syariat itu sendiri.
Di dalam term PERUBATAN ISLAM, harus difahami segala apa jua kaedah perubatan yang tidak bercanggah dengan syariat, tidak mensyirikan Allah makanya ia tergolong dalam perubatan Islam itu sendiri.
adakah perubatan hospital juga merupakan perubatan islam? YA selagi tidak pengamalan tidak bertentangan dengan syariat dan tidak mensyirikan Allah.
Apabila sesetengah method selain rukyah muncul ia dianggap pelik. pertama kena fahami sejarah melayu nusantara tersebut. Orang melayu dahulu mempunyai pegangan yang dipengaruhi kepercayaan alam, hindu dan islam. Lantaran itu pelbagai perkara wujud merujuk kefahaman dan berbuatan alam sendiri. Sehinggalah munculnya Alim Ulamak menyingkirkan segala fahaman yang bertentangan islam

Kewujudan Alim Ulamak pada masa lalu tidak menghapuskan budaya tetapi memurnikan budaya tersebut daripada pegangan dan fahaman bertentangan Islam. Sebagai contoh Tok Kenali yang mengubah kaedah orang melayu dahulu berkenaan pemakaian gelang benang hitam kepada budak kecil.  Daripada memakai gelang di ubah oleh Tok Kenali kepada tepek dahi mengambil tamsilan kejadian fitrah kejadian atau keadaan iaitu bila jatuh tali dari dari budak jatuh atau gugur tersebut maka seperti itulah diminta kepada Allah agar digugurkan segala penyakit dan kesulitan budak tersebut.

Kenapa memerlukan suatu benda untuk dijadikan method perubatan? Kerana ianya suatu tahkik yang membuatkan tukang ikhtiar yakin kepada Allah melalui fitrah alam bukannya meletak suatu benda itu diyakini untuk penyelesai masalah.
Sebagai contoh lain, penggunaan limau dalam pengubatan gangguan. Adakah Rasulullah menggunakan limau ketika pernah Baginda menolong seorang budak yang dibawa ibunya kerana penyakit gangguan? Tidak. Habis boleh kah kita menggunakan limau jika Rasulullah tak guna? Boleh tiada masalah selagi ianya bermanfaat dan tidak melanggar syariat
Adakah jin takut kepada limau? Tidak sama sekali.
Kalau jin tidak takut, habis kenapa menggunakan limau nipis dalam pengubatan?
Alim ulama dahulu mengambil sifat limau itu sendiri yang mana ianya bersifat menyingkir kerana asidnya. Maka daripada itu tamsilan kejadian ini lah diambil sebagai asbab ikhtiar melalui doa iaitu “Ya Allah seperti mana limau ini ENGKAU jadikan fitrahnya menyingkirkan segala kotoran maka seperti itu juga daku memohon kepada Mu singkirkanlah segala kesulitan dan penyakit saudara ku ini”
Jika masih keliru, maka analogi lain diterjemahkan.
Menggunakan Kereta sebagai kenderaan. Adakah Rasullulah menggunakan kereta? Tidak baginda menggunakan unta atau kuda sebagi kenderaan baginda
Adakah menggunakan kereta sebagai kenderaan itu salah? Tidak, tetapi jika meletakan fahaman dengan kenderaan itu kita boleh sampai kepada suatu tempat maka itu syirik kerana melihat kepada alat sebagai penyebab sumbangan perbuatan tetapi bukan Allah sendiri yang mengizinkan
Adakah kenderaan kereta itu bercanggah dengan syariat? Segala komponen dibuat dari bahan yang halal seperti besi, plastic dan sebagainya maka ianya tiada masalah. Melainkan ianya dibuat daripada bahan curi atau bahan haram seperti kulit babi atau aning maka ianya haram dan bercanggah dengan syariat untuk digunakan.
Selepas kita menilai dan fahami adakah penggunaan kereta itu dibolehkan walaupun Rasulullah SAW tidak pernah guna kereta?
Maka seperti itulah juga kaedah dalam perubatan yang pelbagai, selagi ianya TIDAK BERCANGGAH DENGAN SYARIAT DAN TIDAK MENSYIRIKKAN ALLAH maka ianya tiada masalah. Yang penting kita bertanya kepada pengamal ikhtiar tersebut untuk memastikan pegangan yang dibawanya benar selaras dengan kehendak islam. Setiap kaedah ada sebab yang boleh dijelaskan dan diterima pakai oleh Islam itu sendiri
Semoga pendedahan ini menjadikan kita sebagai bangsa yang celik akal untuk menilai. Semoga Allah memelihara iman dan aqidah kita daripada tergelincir dan daripada menjadi saudara yang menzalimi diri dan orang lain.
Wallahua’lam.

0 comments

Perintah Allah Kepadaku (23 May 2013)


0 comments

Tuesday, 21 May 2013

Hati-hati Dengan Tulisan Harun Yahya

Tuesday, 21 May 2013

Hari ini aku sekali lagi "tersampai" ke laman web Harun Yahya semasa melayari internet. Sambil membaca tulisan-tulisannya yang menarik, aku terperasaan banyak sumber rujukan yang di ambil oleh beliau adalah dari kitab-kitab syiah. Aku tak lah menolak kesemua tulisan Harun Yahya, tapi aku syor berhati-hatilah sambil memastikan sumber-sumber rujukannya.


0 comments

Thursday, 16 May 2013

Dari Akrine Segamat (2)

Thursday, 16 May 2013

Perkongsian dari sahabat Akrine di Segamat:

Bicara Kongsi Rawatan...: terjadi semasa rawatan perdana, pada waktu itu sedang sibuk sesi pendaftaran, alhamdulillah pepagi dah ramai, ana duduk pada satu kerusi melihat suasana dalam keadaan riuh rendah dan urusetia sibuk ke sana ke mari untuk mendaftarkan pesakit, ada yang menunjukkan tempat menunggu dan tempat rawatan, dalam pada itu ana terlihat seorang anak kecil lingkungan berumur setahun, alahai keadaan nya amat dhaif sehingga merangkak hanya menggunakan sebelah kaki sahaja...sebelah kaki lagi hanya diseret kerana seperti tidak berfungsi..keadaan kaki itu menegak (tidak boleh dibengkok).. hati ini cukup benar hendak menolongnya, tapi akan daya kita ni bukan penyembuh...ana melihat jam, rupanya masih ada lagi setengah jam sesi rawatan bermula... keasyikan ana melihat anak kecil tadi, ana terus memanggil ibu ayahnya...

ana : adakah keadaan kakinya ini sejak dari lahir
ibu ayahnya : ya 
ana : jika pergi doktor apa yang dia kata?
ibu ayahnya : tiada apa apa masalah..semuanya ok tetapi seperti tidak berfungsi
ana : jadi tujuan apa datang ke sini?
ibu ayanya : anak saya lah.... doakanlah ust...sedih saya melihatnya
(nampak berlinang ait mata ibunya)
ana : insyALLAH.. betulkan niat dulu bukan saya ini penyembuh ye... 
baiklah saya akan rawat ibunya...

semasa proses RUQYAH ibunya mengelatar satu badan... sehingga menjerit jerit didengar oleh orang lain... rawatan itu jadi tumpuan dan ramai pulak yang menyaksikannya... saya hanya menyuruh jin berkenaan ambil apa yang berlaku pada anaknya...(TEKNIK AMBIL BARANG SIHIR) dengan sekali raut sahaja anak kecil tadi terus membengkokkan kakinya.... pada masa itu terpancarlah wajah kegembiraan si ayahnya namun rawatan pada ibunya ana teruskan sehingga rebah... tidak mustahil jika Allah nak mudahkan urusan ambil masa 15 minit sahaja, dan ana suruh mereka pulang.... BIIZNILLAH


0 comments

Dari Akrine Segamat (1)

Perkongsian dari sahabat Akrine di Segamat:

Bicara Kaedah Rawatan..: sudah hampir 3 bulan seorang lelaki berstatus bujang ini tidak kenal dirinya siapa...bersikap suka marah dan mudah panas baran... berumur 25tahun dan tinggal di salah satu gugusan Felda di Negeri Sembilan... ibu ayahnya memberitahu perangainya sangat berubah dan asbab beliau begitu sehingga keluarga menjadi porak peranda...beliau adalah anak yang ke6 dari 7 adik beradik...sudah bekerja namun setelah berubah perangai hanya suka duduk berseorangan diri, setiap hari jirannya akan mendengar suara suaranya menengking nengking ibu ayahnya... dan pernah mengacukan senjata yang tajam ke arah mereka yang cuba mententeramkan dia... jika beliau diajak berubat, sudah pasti akan keluar dari mulutnya "Aku tak sakit lah.. tak paham ke, aku tak sakit!!".... hari demi hari, minggu demi minggu akhirnya keluarga tidak dapat menanggungnya lagi, mereka membawanya ke hospital... dalam hospital biasalah mengamuk mengamuk mintak balik... dan akhirnya pihak hospital nak bawa dia ker hospital bahagia tetapi keluarganya tidak setuju namun lesen besar sebagai pesakit 'kurang siuman' dah keluar... dia dibawa pulang kerana sikapnya kembali reda... setelah beberapa hari semakin menjadi jadi... lalu ibu ayahnya bertemu dengan ana tanpa membawa dia... ana cuma memberikan air sahaja..menyuruh dia minum.. jika sudah reda bawalah datang.... Allah telah menetapkan pada waktu yang sesuai dan membawanya keadaan biasa tapi seperti orang hilang arah, tergaru garu, sakit kepala dan sakit perut... asyik nak ke tandas jer...tiba giliranya ana mulakan rawatan

Teknik Ruqyah
pada mulanya ana hanya membaca 20 ayatul ruqyah asas... berlaku berdialog tetapi ana buat tak endah..namun apa yang terkeluar dari mulutnya..."kau jangan ganggu urusan aku!!...sambungnya lagi.. tuan aku lagi kuat dari kau".... (keadaan mata merah dan setiap uratnya mula timbul)... - jelas ianya simptom sihir ana terus membatalkan sihir tersebut... masa tu ana dah pasang petugas supaya memegangnya..

Teknik membatalkan sihir
dengan membaca bersama niat membatal sihir
1. Al Araf.. 117 - 122... 7x dan membaca ' wa ul qiyas sahara tu sajidinn ' 30x
2. Yunus 81 - 82......... 7x dan membaca ' innallaha sayubtiluh' 70x
3. Toha 69 ..................7x

keadaanya akan muntah lendir hitam yang berbau busuk.. kadang kala kuning... kadang kala hijau... muntah ini keluar selepas makanan dalam perut habis keluar.. namun jin masih ada lagi...

Teknik menyerang jin
dengan membaca As Soffat 1 -10... 21x diikuti seorang azan..

lalu dia sedar dan dia pun tak tahu dia berada di pusat rawatan... dan nampak letih...dan mereka pulang dengan bertawakal pada Allah... pada hari keesokkannya keluarganya menelefon...memberitahu mereka mendapat surat dari seorang perempuan dan perempuan itu wakil dari keluarga yang menyihirnya meminta maaf kerana ini semua angkaranya kerana CINTA dan untuk mendapat lelaki itu..dalam surat itu hanya sekeping gambarnya, lilin, benang hitam, benang merah, paku, kain kuning dan putih utk dipulangkan... sebenarnya si tukang sihir itu adalah atuknya.. dan telah meninggal dunia pada malam itu, dalam keadaan menanggung kepanasan yang teramat sangat dan akhirnya meninggal dunia...

ana yakin dengan kaedah ini dan sampai sekarang ana menggunakannya antara boleh membatalkan dan terus membelasah si tukang sihir... (cuma mmg letih le ambil masa 1 jam setengah).. begitulah setakat ini sehingga 6 bomoh taubah nasuhah dan 1 meninggal dunia... jika mmg dari mereka ana yakin mereka tahu yang kita sedang menyerang mereka... selagi kita berpegang pada ALLAH, insyALLAH... ALLAH tetap akan membantu memusnahkan yang bathil... yakinLAH... (gambar di atas itulah mangsanya)


0 comments

Wednesday, 8 May 2013

Cara Masuk Syurga Tanpa Hisab

Wednesday, 8 May 2013

Semalam aku baca dalam kitab Fadhail Amal, ada 3 jenis orang yang akan masuk syurga tanpa hisab. Aku tak ingatlah hadis tu semuanya, panjang beb, tapi conclusionnya ada 3 jenis orang yang akan masuk syurga tanpa hisab. Lepas 3 golongan ni masuk syurga, baru penghisaban akan dimulakan.
  1. Orang yang sentiasa memuji Allah dalam kesenangan dan kesusahan.
  2. Orang yang perniagaan dan jual beli tidak melalaikannya dari mengingati Allah dan dari mendirikan solat.
  3. Golongan yang ketiga tak ingatlah pulak... Allahumma salli 'ala saidina Muhammad

Aku azam nak usahakan no 2 dululah... Bila azan bunyi aje.. sedaya upaya terus tinggal segala kerja, ambil wuduk dan solat. Dulu pernah dengar cerita para sahabat tengah buat rumah, tinggal satu batu aje lagi nak letak, bunyi azan terus tinggal walau hanya satu batu lagi dan terus pergi solat. Mudah-mudahan Allah bagi kita taufik dan hidayah untuk ikut jejak langah para sahabat 


0 comments

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails