Wednesday, 4 July 2012

Mari Amal Sunnah: Apa nak buat bila kita diejek?

Wednesday, 4 July 2012
Hari tu anak aku gaduh kat sekolah pasal kawan-kawan ejek dia. Kononnya dia tak siap kerja sekolah, kemudian cikgu suruh dia duduk kat meja special kat depan. Habislah dia diejek oleh kawan-kawan. Kes ejek-mengejek ni, bukan jadi di kalangan budak-budak aje. Bapak budak pun ada ejek-mengejek juga. Mari kita kaji apa perintah Nabi s.a.w tentang apa yang patut dibuat bila kita diejek... Ni ada satu hadis aku jumpa dalam kitab Riyadussolihin.

Dari ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: 'Uyainah bin Hishn datang - ke Madinah, kemudian turun - sebagai tamu - pada anak saudaranya - sepupunya - yaitu Alhur bin Qais. Alhur 'Adalah salah seorang dari sekian banyak orang-orang yang didekat-kan oleh Umar r.a. - yakni dianggap sebagai orang dekat dan sering diajak bermusyawarah, kerana para ahli baca al-Quran - yang pandai maknanya - adalah menjadi sahabat-sahabat yang menetap di majlis Umar r.a. serta orang-orang yang diajak bermusyawarah olehnya, baik orang-orang tua maupun yang masih muda-muda usianya.

'Uyainah berkata kepada sepupunya: "Hai anak saudaraku engkau mempunyai wajah- banyak diperhatikan - di sisi Amirul mu'minin ini.
Cobalah meminta izin padanya supaya aku dapat menemuinya.
Saudaranya itu memintakan izin untuk 'Uyainah lalu Umarpun mengizinkannya. Setelah 'Uyainah masuk, lalu ia berkata: "Hati-hatilah,hai putera Alkhaththab - yaitu Umar, demi Allah, tuan tidak memberikan banyak pemberian - kelapangan hidup - pada kita dan tidak pula tuan memerintah di kalangan kita dengan keadilan." Umar r.a. marah sehingga hampir-hampir saja akan menjatuhkan hukuman padanya. Alhur kemudian berkata: "Ya Amirul mu'minin, sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman kepada NabiNya s.a.w. - yang artinya:

"Berilah maaf, perintahlah kebaikan dan berpalinglah - jangan menghiraukan - pada orang-orang yang bodoh."


Dan ini - yakni 'Uyainah - adalah termasuk golongan orang-orang yang bodoh. Demi Allah, Umar tidak pernah melaluinya - melanggarnya - di waktu Alhur membacakan itu. Umar adalah seorang yang banyak berhentinya - amat mematuhi - di sisi Kitabullah Ta'ala.
(Riwayat Bukhari)

0 comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails